Source: Kompasiana.com Lupakan kaidah, b erbahasa memang bagusnya konvensional. Entah salah atau pun benar kaidahnya, sifat konvensional bahasa sangat manjur untuk berkomunikasi. Tapi bagaimana untuk calon intelek bahasa? Sepanjang berkuliah di Sastra Indonesia, saya dibuat tergugu oleh m ahasiswa yang tak acuh kepada bahasa Indonesia. Suatu hari di kelas Tata Bahasa Tradisional, salah satu kawan saya ditunjuk untuk menuliskan k alimat aktif di papan tulis. Ia menulis, “Saya sarapan nasi goreng pagi ini”. Sepintas tak ada yang salah di dalam tulisan itu, begitupun bu dosen yang membenarkan kalimat yang kawan saya tulis. Terlepas dari penggunaan sarapan dan pagi ini yang kurang efektif , masih ada kekeliruan dalam kalimat tersebut. Di dalam dokumen negara yang bernama KBBI, sarapan merupakan nomina yang berarti makanan pagi; makanan pada pagi hari. Kalimat “Saya sarapan nasi goreng pagi ini” tidak menunjukkan adanya korelasi makna antara “saya” dan “nasi gor...
Kamis, 20 September 2018. Hari pementasan teater Sangkala di Fakultas Bahasa dan Seni UNY. Hal yang menarik dari pentas teater ialah konsepnya. Naskah yang saya saksikan hari itu berjudul "Mereka Menyebutnya Sebuah Pernikahan" bercerita tentang sebuah keluarga yang sedang mengalami hari-hari berat di dalam pernikahannya. Musik mengiring jalannya pentas. Pemilihan musik harus diletakkan pada tempat yang pas. sebab musik nanti akan berkaitan dengan penggambaran suasana pada panggung. yang saya suka dari musik teater ini, mereka membawakan musikalisasi cerpen. Hal yang jarang sekali ditemukan. Menimbang membuat "musikal" dari puisi maupun prosa tidaklah mudah. lampu-lampu diredupkan, ya, sama seperti di dalam bioskop. hanya saja, lampu, dalam artian pencahayaan, merupakan salah satu komponen penting dalam sebah teater. cahaya yang berbeda akanmemiliki makna yang berbeda. Dekorasi panggung menentukan dalam penggambaran latar tempat. Dari sini kita t...